MPM Gelar Konsolidasi, Bahas Tuntutan PAM Tahun Lalu

Suasana Konsolidasi di Lapangan Gedung Serba Guna (22/11/21)

Sukma_Polinela;  Senin (22/11/2021), Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengadakan Konsolidasi Satu, Pekan Aspirasi Mahasiswa (PAM). Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) yang berlangsung di Lapangan Gedung Serba Guna (GSG).

Tujuan diadakannya PAM ini, yaitu untuk menampung aspirasi mahasiswa yang belum juga terealisasikan sampai saat ini. “Tujuannya pertama itu menyatukan keretakan. Penyatuan keretakan ini dimaksudkan untuk menyatukan suara dari mahasiswa ataupun orang-orang yang berlembaga di Polinela, baik dari BEM, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun dari MPM,” ujar Miftahul Lutfi, Ketua Komisi IV MPM.

Konsolidasi ini akan terus dijalankan setiap minggunya, untuk menyampaikan suara mahasiswa melalui perwakilan Gubernur Jurusan dan HMJ. Selain itu, MPM juga menyarankan agar setiap Gubernur Jurusan membuat G-form agar mahasiswa dapat menyalurkan aspirasi mereka.

Pada Konsol Pertama, membahas terkait Tuntutan Umum yang mewakili seluruh keresahan mahasiswa Polinela. Beberapa mahasiswa mengusulkan perubahan terkait desain baju lahan yang disamaratakan seperti petugas harian lepas atau tukang sapu jalan di kampus. Usulan tersebut tidak serta-merta ditolak. “Sebenarnya tidak ditolak mentah-mentah, tapi disaring dijadikan bahan, dimana jika ada kesempatan berdialog dengan direksi bisa diajukan menyarankan perubahan pakaian pekerja yang ada di kampus. Jika pakaian mahasiswa yang diubah terbalu banyak sekali jumlah mahasiswa,” tutur M. Fadil Akbar, Presiden Mahasiswa (Presma) Polinela.

Seluruh peserta sepakat untuk mengangkat kembali permasalahan ditahun lalu yang sampai sekarang ini belum terealisasikan juga. “Sebenarnya permasalahan itu dari tahun pertama, dari angkatan kak Danil angkatan 2019, terus diangkatan kak Yongki ditahun 2020. Terus tadi kan kita menyusul dari tuntutan tahun kemarin, tahun 2020,” kata Fadil.

Selain itu, pada tahun ini mahasiswa menambahkan pengajuan penambahan halte serta fasilitas laboratorium, berikut ke-17 tuntutan umum yang akan diajukan ke direksi, yaitu:

  1. Gedung kuliah
  2. Trotoar jalan
  3. Jembatan dan irigasi
  4. Lampu jalan
  5. Instalasi listrik di kantin
  6. Gazebo kantin
  7. Penambahan peta jalan
  8. Ruang terbuka
  9. Tempat praktik lahan
  10. Perbaikan UPT kebun
  11. Perbaikan GSG
  12. Perbaikan CCTV
  13. Kotak sampah di lahan
  14. Ruang ibadah
  15. Graha mahasiswa
  16. Penambahan halte
  17. Fasilitas laboratorium

Di penghujung rapat, peserta sepakat akan diadakannya kembali konsol lanjutan tahap ke dua, terkait Tuntutan Jurusan yang diwakili dengan gubernur pada masing-masing program studi (prodi).

Kita semua berharap agar direksi dapat mendengar keresahan yang dialami oleh mahasiswa, sehingga dapat segera merealisasikan apa saja isi-isi dari tuntutan. “Mengenai harapan, pastinya harapan kita kegiatan ini bisa sukses dan semua tuntutan dapat terealisasikan segera,” kata Miftahul Lutfi.(*Novri)

 

Reporter :

Alfito Ramanda Bakti

Melani Safira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *