Perkuat Skill Mahasiswa, TRKJJ Gelar Pelatihan Cubicost

Pelatihan Cubicost Mahasiswa TRKJJ Semester 3 Pada Mata Kuliah Building Information Modeling (BIM), (17/11/21)

Sukma_Polinela; Program studi (Prodi) Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan (TRKJJ) Politeknik Negeri Lampung (Polinela), kembali menggelar sosialisasi dan pelatihan Cubicost bagi mahasiswanya. Kegiatan ini dilaksanakan selama 16 hari, sejak tanggal 4 November – 19 November 2021, secara online melalui zoom meeting. Pelatihan ini disponsori oleh Glodon Indonesia secara gratis.

Pelatihan ini didampingi oleh Andy Eka Saputra, Kelik Istanto, Deni R, Dani Setya W, M. Nurul Yamin, M. Hafiz R, dan Alan Tri B, selaku dosen dan mahasiswa yang telah tersertifikasi. Tujuan diadakannya pelatihan ini untuk memperoleh sertifikat pendamping serta Sertifikat Keterampilan (SKT) sebagai tanda kelulusan hasil uji kompetensi mahasiswa TRKJJ.

Pelatihan ini diwajibkan bagi mahasiswa TRKJJ semester 3 karena adanya mata kuliah Building Information Modeling (BIM), selainnya hanya minat saja. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa kendala, seperti kepemilikan sarana mahasiswa yang minim, karena software cubicost memerlukan RAM sebesar 8 GB dan hanya beberapa orang yang punya. Sebagai jalan keluarnya, pihak kampus menjembatani keperluan tersebut dengan memperbolehkan menggunakan komputer yang ada di laboratorium untuk berlatih mandiri secara bergantian.

Yafi Angger Pangestu, mahasiswa prodi TRKJJ semester 5 membeberkan perkembangan yang ada. “Perkembangannya sangat bagus, semakin meningkat, karena pelatihan ini merupakan step awal, bisa dibilang tidak sulit. Jadi membuat orang yang mengikutinya lebih excited dan mudah memahami materi yang diberikan,” jelasnya saat diwawancara via WhatsApp.

Di sisi lain, ia juga menanggapi bahwa adanya pelatihan tersebut sangat bermanfaat dan dapat menjadi salah satu cara memudahkannya dalam berkerja. “Dengan adanya pelatihan ini, memberikan pengalaman dan wawasan yang lebih luas untuk dunia konstruksi yang lebih modern dan memudahkan. Karena untuk melakukan pekerjaan lebih efisiensi waktu, tenaga, dan pikiran. Ya, kurang lebih bisa meringankan pekerjaan,” ujarnya.

Sejak dilaksanakannya pelatihan, banyak pihak yang berharap agar pelatihan ini tetap berlanjut. “Saya berharap pelatihan ini tetap berlanjut, karena di Cubicost sendiri terdapat 4 software dan supaya dapat mengakses software lainnya. Ringkasnya, mahasiswa harus meng- eksplore diri, karena di tempat kerja nanti perusahaan tidak tahu pakai software apa. Dan ketika sudah lulus nanti, jangan terlalu merasa sudah kompeten, karena ini masih basic,” ujar Kelik Istanto selaku Ketua Prodi (Kaprodi) TRKJJ.(*Wyn)

 

Reporter :

Bella Alfina

Almas Khairana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *