Perkuliahan Mulai Aktif, Kantin Polinela Masih Tutup

Suasana Kantin Polinela yang Tak Kunjung Buka (9/11/21)

Sukma_Polinela; Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mulai beraktivitas kembali, seperti kegiatan praktikum yang kini mulai berjalan secara offline serta kegiatan yang di selenggarakan oleh setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Namun, terdapat beberapa keluhan dari mahasiswa serta pihak yang berjualan di kantin Polinela, mengenai kantin yang belum diperbolehkan beroperasi hingga saat ini.

Salah satu pedagang yang berjualan selama 6 tahun dikantin Polinela menjelaskan, bahwa kendala yang mengakibatkan belum beroperasinya kantin adalah karena belum aktifnya kegiatan perkuliahan di kampus. “Ya saat ini mahasiswa masih belum aktif dalam kegiatan perkuliahan, hanya melakukan praktikum saja dan mengakibatkan mahasiswa yang datang ke kampus tidak terlalu ramai seperti sebelum pandemi Covid-19,” jelas Mariana.

Tidak hanya itu, ia juga mengeluhkan tentang kondisi kantin yang tidak layak dimana fasilitas yang ada sudah banyak yang rusak serta kebersihan kantin yang tidak terjaga. “Meja- meja udah pada rusak, kursi juga udah pada patah, namanya juga udah lama gak ditunggu dan gak dibersihkan jadi fasilitasnya pada hancur,” ujarnya.

Sebagai salah satu pedagang kantin Mariana berharap mahasiswa dapat aktif kembali belajar di kelas sehingga semua mahasiswa baru (maba) seperti semester 1 maupun semester 3 dapat merasakan suasana kantin, dan kantin dapat beroperasi seperti dulu lagi. “Harapannya anak- anak bisa aktif, agar kantin ramai lagi dan kantin dapat berjalan seperti semula, apalagi mahasiswa baru yang belum mengetahui posisi kantin maupun anak semester 3 yang belum pernah merasakan suasana kantin,” ujarnya.

Disisi lain dari pihak mahasiswa semester 9 Program Studi (Prodi) D4 Akuntansi Perpajakan, Jurusan Ekonomi dan Bisnis (Ekbis), M. Hadi Erya sudah tidak pernah merasakan makan lagi dikantin sejak awal pandemi Covid-19. ”Setelah awal pandemi Covid-19 dan mulainya pembelajaran dalam jaringan (daring), saya tidak pernah makan dikantin lagi,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa kantin perlu dibuka, bukan hanya untuk mahasiswa namun juga untuk membantu para pedagang memulihkan perekonomiannya di masa pandemi seperti ini. Hadi juga berharap agar kampus dan kantin dapat berjalan sesuai dulu kala. “Harapannya semoga kantin dan kampus dapat beraktivitas seperti biasanya dan berjalan sesuai dulu kala,” ungkapnya. (*Novri)

 

Reporter :

Rima Oktaviyana

Ega Inayah Ananda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *