154 Mahasiswa Polinela di Wisuda Secara Daring dan Luring

Suasana Wisuda Luring, Sabtu (25/9/2021)

Sukma_Polinela; Sabtu (25/09/2021), Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menggelar wisuda secara dalam jaringan (daring) pada periode Tahun Akademik 2020/2021. Wisuda ini kembali digelar secara daring dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Wisuda kali ini diikuti oleh 154 wisudawan yang berasal dari 5 jurusan, dan tersebar di 3 program studi (prodi) Sarjana Terapan dan 14 prodi Diploma Tiga (D3). Dalam acara wisuda ini terdapat 6 wisudawan yang mengikuti wisuda secara offline. Mahasiswa tersebut merupakan perwakilan mahasiswa dengan lulusan terbaik dan terpuji.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh segenap dosen dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekaligus pemberian Satya Lencana. Pemberian Satya Lencana ini merupakan penghargaan untuk para dosen dan karyawan yang sudah mengabdi 30 tahun lebih di Polinela secara terus menerus, dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.
“Mahasiswa yang mewakili dan melakukan wisuda secara offline merupakan mahasiswa terbaik dan terpuji, yang berjumlah 6 mahasiswa. Selain itu dihadiri oleh segenap dosen dan karyawan, untuk pemberian Satya Lencana sebagai bentuk penghargaan bagi para dosen dan karyawan yang sudah mengabdi 30 tahun di Polinela. Untuk acara wisuda yang daring kami menggunakan zoom meeting dan streaming di YouTube,” ujar Hadi selaku Hubungan Masyarakat (Humas) Polinela.
Lulusan Terbaik program Sarjana Terapan diraih oleh Ida Muthoharoh sebagai Terbaik Satu dari program studi (prodi) Agribisnis Pangan, dengan IPK 3,80 Predikat Kelulusan Dengan Pujian. Apriana Megasari sebagai Terbaik Dua dari prodi Teknologi Perbenihan, dengan IPK 3,73 Predikat Kelulusan Dengan Pujian. Cahya Permata Sari sebagai Terbaik Tiga dari prodi Agribisnis Pangan, dengan IPK 3,72 Predikat Kelulusan Dengan Pujian.
Lulusan Terbaik program Diploma Tiga (D3) diraih oleh Eniz Amalia sebagai Terbaik Satu dari prodi Tanaman Pangan, dengan IPK 3,97 Predikat Kelulusan Dengan Pujian. Shinta Waringgi sebagai Terbaik Dua dari prodi Tanaman Perkebunan, dengan IPK 3,96 Predikat Kelulusan Dengan Pujian. Eni Misiah sebagai Terbaik Tiga dari prodi Produksi Ternak, dengan IPK 3,72 Predikat Kelulusan Dengan Pujian.
Alkum, sebagai karyawan yang mendapatkan penghargaan Satya Lencana mengatakan bahwa, biasanya acara ini dilaksanakan secara offline. “Biasanya acara ini dilaksanakan secara offline setiap tahuunya, akan tetapi mau bagaimana lagi dikarenakan pandemi Covid-19 ini yang belum hilang sepenuhnya. Maka dari itu kami tetap melakukannya sebagian secara online untuk menghindari wabah Covid-19. Sebagai rasa apresiasi kami tetap melakukan dengan cara lain seperti dengan cara virtual, agar mengurangi kontak sosial. Himbauan kepada mahasiswa agar dapat tetap semangat dan tetap menjaga kesehatan, maju terus dan belajar terus agar dapat menjadi lulusan yang berguna untuk negara,” ujarnya.

Reza Riyandi, salah satu mahasiswa yang mengikuti wisuda secara daring, yang berasal dari prodi Teknologi Produksi Ternak Jurusan Peternakan menanggapi bahwa ia sendiri merasa kurang puas dengan wisuda daring ini. “Kalau menanggapi soal wisuda, saya sendiri merasa kurang puas. Jika dilihat, kuliah lebih kurang 5 tahun dan wisudanya dilaksanakan secara daring begitu saja. Hanya menuntaskan syarat saja, tapi ya tetap bersyukur. Semoga kedepannya cepat diberi keringanan dan kebebasan kembali terkait peraturan akan pandemi sehingga wisuda kemudian hari dapat diadakan meriah,” ungkapnya.
“Harapan pribadi, dengan berakhirnya dunia perkuliahan saya dan mendapat gelar Sarjana Terapan, saya berharap kedepannya tetap kuat dan mendapat pekerjaan yang memuaskan,” tutup Reza Riyandi.

Reporter:
Oky Endrawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *