Pudir III Larang Rencana Aksi Mahasiswa Polinela

Penayangan Video Larangan Aksi pada Apel Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Senin (6/9/2021)

Penayangan Video Larangan Aksi pada Apel Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Senin (6/9/2021)

Sukma_Polinela;  Apel perdana Politeknik Negeri Lampung (Polinela) semester ganjil tahun ajaran 2021/2022, dilaksanakan pada Senin (6/9/2021). Apel tersebut dilakukan oleh masing-masing jurusan yang ada di Polinela. Namun, pada pelaksanaan apel kali ini, Pembantu Direktur(Pudir) III Beni Hidayat menyampaikan tanggapannya terkait aksi yang rencananya akan dilakukan mahasiswa.

Larangan yang muncul saat apel pagi itu disampaikan melalui video berdurasi 16 menit. Video ditayangkan di masing-masing Zoom Meeting apel jurusan. Dalam video, Beni menyampaikan larangannya terkait aksi. Rencananya mahasiswa Polinela akan melakukan aksi pada Selasa (7/9/2021). Aksi tersebut sebagai tindak lanjut atas ditolaknya tuntutan mahasiswa yang dilayangkan pada direksi, Selasa (31/8/2021).

Lanjutnya, ia mengatakan agar mahasiswa tidak ikut terprovokasi kegiatan aksi tersebut. Menurutnya, hal itu dikarenakan saat ini sedang dalam keadaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan akan mencoreng nama Polinela.

“Artinya tidak perlu diikuti ajakan ini, malah kalau ada kemungkinan kegiatannya anarkis dapat diberikan sanksi oleh Polinela,” ujarnya.

Sebelumnya, diadakan konsolidasi pada Jumat (3/9/2021). Dalam konsol tersebut dibahas mengenai teknis pelaksanaan kuliah di jalan tersebut. Selain itu, dibahas juga mengenai poin-poin tuntutan yang akan disampaikan saat aksi.

Terdapat beberapa tuntutan yang dirumuskan yaitu:

  1. Pembebasan UKT bagi seluruh mahasiswa Polinela tanpa syarat, baik mahasiswa regular dan tingkat akhir
  2. Wisuda offline drive thru bagi mahasiswa tingkat akhir
  3. Menuntut Direktur Polinela untuk melaksanakan vaksin masal bagi seluruh warga Polinela

Beni berharap mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya dengan cara lain, “Ya sampaikan dengan baik-baik, tidak perlu melalui aksi dan lainnya,” katanya.

Soal larangan tersebut, Fadil, Presiden Mahasiswa mengatakan bahwa tetap akan melakukan aksi. Senin, (6/9/2021) ini juga dilakukan konsolidasi kembali untuk membahas teknis lapangan aksi tersebut.

Di sisi lain, Deriza Agung Saputra, mahasiswa Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk demokrasi.

“Ini kan menyampaikan aspirasi, jadi yah bentuk demokrasi juga. Mahasiswa hingga melakukan aksi tersebut karna tuntutan audiensi kemarin ditolak, padahal sudah banyak yang berharap,” ujarnya.

Namun, meski begitu Deriza berharap jika pelaksanaan aksi tetap dilakukan, mahasiswa dapat menyampaikannya dengan cara yang tidak anarkis.(*Wyn)

Reporter:

Anisa Dwi Heriyani

Hanifa Annabila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *