Himatekproter Diskusi Soal Pembayaran UKT di Tengah Pandemi

Suasana Zoom Diskusi UKT Himatekproter, Minggu (8/8/2021)

Sukma_Polinela;  Himpunan Mahasiswa Teknologi Produksi Ternak (Himatekproter) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengadakan diskusi terbuka mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masa pandemi yang dilaksanakan secara online melalui Via Zoom, Minggu (08/08/2021).

Kegiatan diskusi ini mengusung tema “UKT Ditengah Pandemi Apa yang Terjadi??”. Hal ini bertujuan untuk meminta keringanan pada pihak kampus agar adanya bantuan untuk membayar UKT semester genap di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pandemi Covid-19.

Diskusi kali ini di isi oleh Khoerudin Saputro, Gubernur Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) 2021 dan Yongki Davidson, Presiden Mahasiswa (Presma) 2020 sebagai narasumber. Diskusi ini tidak hanya untuk mahasiswa Jurusan Peternakan saja tetapi, terbuka juga untuk semua mahasiswa Polinela.

Kegiatan ini sering dilaksanakan di Internal baik secara langsung maupun zoom tetapi, untuk diskusi perihal UKT baru pertama kali diadakan oleh Himatekproter. Sebab, banyaknya mahasiswa yang resah akan pembayaran UKT yang sebentar lagi akan tiba.

Ahcmad Zulfikar, ketua Himatekproter, mengatakan “kegiatan diskusi ini kemungkinan besar akan ada kelanjutannya. Teman-teman Himatekproter  akan memantau dan juga akan berlanjut ke internal. Karena untuk membantu teman-teman ketika ada bantuan dari pihak kampus dan tidak mendapatkannya, maka akan di diskusikan bersama.”ujarnya.

Ia juga menambahkan kegiatan diskusi ini berjalan dengan lancar dan semoga apa yang  diinginkan oleh Himatekproter bisa terwujud, sebab ini merupakan keresahan bersama sehingga butuh dilakukan pergerakan selanjutnya.

“Sebagai mahasiswa biasa Polinela, dari Himatekproter hanya bisa berharap kepada teman-teman yang sedang menjabat terkhusus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) untuk lebih cepat menanggapi perihal keresahan bersama ini,” lanjutnya.

Narasumber pertama, Yongki Davidson menjelaskan “Tujuan dari kegiatan diskusi ini memberikan penyadaran pada mahasiswa lainnya.Bukan hanya teman-teman dari lembaga kemahasiswaan yang bergerak tetapi, seluruh elemen yang ada di KBM Polinela harus bergerak bersama mengawal keresahan ini”.

“Saya mengapresiasi teman teman Himatekproter yang bersedia melakukan diskusi ini dimana membahas keresahan bersama dan teman-teman di tingkat Prodi  melalui Himatekproter sudah membangun teman teman yang mempunyai legitifmasi untuk mengawali pergerakan awal.” ungkapnya.

Ia berharap melalui “diskusi ini dapat memberikan kesadaran bersama akan sebuah tanggung jawab mahasiswa dan sebagai insan organisatoris. Karena perjuangan sendiri bukan dilihat dari hasilnya melainkan melalui prosesnya”.(*Bella)

 

Reporter :

Ega Innayah Ananda

Prasastia Romanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *