Tindaklanjut Bantuan Kuota Rp 150 ribu, Pudir III : Didistribusikan Awal Juli

Suasana Audiensi BEM KBM Polinela bersama Direksi Politeknik Negeri Lampung Senin (21/6/21)

Sukma_Polinela; Setelah alami 4 kali penundaan pencairan, bantuan kuota Rp 150 ribu mulai menemui titik terang, melalui audiensi yang dilakukan oleh BEM KBM Polinela bersama direksi pada (21/06/21) rencananya pencairan dilakukan pada minggu pertama bulan juli. Hal ini tidak selaras dengan saat terakhir kali dikonfirmasi oleh Pers Sukma melalui whatsapp, yang mana Beni Hidayat, Pembantu Direktur (Pudir) III, mengatakan akan didistribusikan pada akhir Juni.

“Datanya sudah di Pudir II, sedang diproses pencairannya, mudah-mudahan akhir bulan ini (Juni) sudah bisa dibagikan,” katanya melalui whatsapp pada Rabu (16/06/21).

Beni menjelaskan, terhambatnya pendistribusian sampai awal juli karena berkas belum ditandatangani oleh pihak Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Direktur Polinela.

“Yang menanadatanganinya sedang dinas di luar kota, maka dari itu untuk minggu-minggu ini belum bisa ditanda tangani” jelasnya.

Lanjutnya, ia mengatakan jika pencairan ini mengalami kemunduran lagi maka akan ada press release dari pihak direksi. Sedangan jika terjadi kendala dalam pendistribusian penggantian kuota maka akan dilaksanakan secara bertahap dari awal Juli.

Di sisi lain, pendistribusian nantinya akan dibantu oleh BEM KBM Polinela dengan mendata nomor rekening mahasiswa yang mendapatkan bantuan kuota Rp 150 ribu  tersebut. Dengan total mahasiswa yang mendapatkan berjumlah 1700 mahasiswa, dan total keseluruhan dana mencapat Rp 255 jt.

Mahasiswa yang tidak mendapatkan penggantian uang kuota :

  1. Mahasiswa yang sudah mendapat pembebasan & penurunan UKT semester ganjil.
  2. Mahasiswa baru (mahasiswa yang sekarang semester 2).

Raykhan Yoga, mahasiswa Perkebunan sangat berharap pencairan kali ini tidak lagi mengalami penundaan, “Ya, kecewa kalau harus ditunda lagi, karna memang mahasiswa membutuhkannya, jadi mudah-mudahan kali ini beneran cair,” katanya.(*Novri).

 

Reporter:

Hanifah Annabila

Anisa Dwi Heriyani

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *