Mahasiswa Berprestasi, Ajang Bergengsi Polinela

"Foto Bersama Pudir 3, Peserta Mawapres, dan Dewan Juri"(20/5/2021).

Sukma_Polinela: Politeknik Negeri Lampung (Polinela) adalah kampus mitra petani, yang mana kampus ini 70% vokasi, oleh karena itu mahasiswa Polinela dituntut untuk menjadi petani yang berjaya dengan kemajuan teknologi di zaman sekarang ini. Oleh karena itu kampus mengadakan pemilihan  ajang bergengsi di tiap tahunnya, yang biasa dikenal dengan ajang mahasiswa berprestasi. Dalam hal ini mahasiswa yang dipilih berasal dari perwakilan masing-masing jurusan, yang sebelumnya telah melakukan seleksi internal.

Tahun ini pelaksanaan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat Polinela digelar di ruang sidang utama Polinela, Kamis (20/5/2021). Diikuti oleh 10 peserta, 5 peserta berasal dari D3 dan 5 lainnya dari D4.

Pemilihan mahasiswa berprestasi ditinjau dari banyak aspek, salah satunya ialah dari presentasi dan test kemampuan bahasa inggris.

Gigih Pranandi merupakan salah satu peserta grandfinal mahasiswa berprestasi dari program studi (Prodi) Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan mengatakan “Saya merasa bersyukur dapat menjadi salah satu mahasiswa berprestasi tingkat Polinela. Untuk acara ini, menurut saya sendiri sudah dengan baik terlaksanakan di masa pandemi Covid-19 ini, untuk fasilitas yang ada juga sudah memadai baik untuk menunjang presentasi maupun fasilitas penunjang lainnya.” ujarnya.

Gigih juga menyampaikan pesannya untuk mahasiswa lainnya, “Marilah kita sama-sama meningkatkan prestasi guna meningkatkan kualitas diri kita sendiri dan mengangkat nama kampus Polinela, terkhusus untuk para mahasiswa semester 2 dan 4. Ayo, siapkan diri kalian untuk menjadi mahasiswa berprestasi pada tahun selanjutnya guna memajukan teknologi pertanian di Indonesia ini.”

Terdapat 6 juri yang melakukan penilaian terhadap peserta saat melakukan presentasi , salah satunya ialah Refdi, seorang Dosen yang sering mengajar Mata Kuliah Bahasa Inggris. Ia mengatakan bahwa, “Untuk penilaian, kami dapat melihat bagaimana peserta menyampaikan materi. Selain dari segi dia berbicara apakah sudah tersusun dengan baik atau tidak, kami juga melihat disaat peserta menjawab pertanyaan dari juri, apakah peserta sudah menguasai materi sehingga peserta dapat menjawab pertanyaan dari para dewan juri, untuk penerapan berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris bisa dikatakan semua peserta sudah bagus dalam berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris”,jelas Refdi selaku juri.

Beni Hidayat selaku Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan mengatakan bahwa, “Sebelumnya diadakan sosialisasi kepada seluruh mahasiswa untuk memenuhi syarat,selanjutnya melalui tahap seleksi di tingkat jurusan, dimana pendaftaran dimulai pada tanggal 4-5 Mei 2021, dan pemilihan tingkat jurusan pada tanggal 6-10 Mei 2021 dan grand final dilakukan pada tanggal 20 Mei 2021.”

Beni juga menjelaskan mengenai persyaratan untuk dapat mengikuti ajang bergengsi ini yaitu mempunyai IPK minimal 3 dan aktif dalam berorganisasi kemahasiswaan, mempunyai prestasi dalam kegiatan, dan yang terpenting mempunyai kemampuan berbahasa Inggris.

Lanjutnya, “Untuk dewan juri secara keseluruhan yaitu lima orang dari wakil  jurusan dan lima orang lagi dari sekretaris jurusan dan satu dosen bahasa Inggris, untuk tingkat Polinela kami melakukan secara luring dikarenakan peserta harus presentasi satu persatu.”

Dalam pelaksanannya terlihat bahwa protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan diterapkan. Ruangan besar yang digunakan pun dimaksudkan dapat memudahkan untuk melakukan jaga jarak.

Beni menjelaskan, “Mahasiswa berprestasi ini merupakan hasil pengakuan Polinela, mahasiwa yang memiliki prestasi estrakurikuler sehingga memberi nilai plus jika anda melamar kerjaan. Untuk memotivasi anda semua saya merupakan mahasiswa berprestasi di Universitas Lampung di Bidang Fakultas Pertanian, pada tahun itu merupakan modal saya untuk menjadi dosen di Polinela.”

Disnata Cahya Putra selaku bagian Akademik yang saat itu menjadi panitia mengatakan, “Tidak ada kendala dalam acara bergengsi ini seperti sound system, mic, komputer dan lain–lain semuanya berjalan dengan lancar dengan protokol kesehatan yang ketat, ujar Disnata.

Saat ini, ajang mahasiswa berprestasi sudah sampai dengan tahapan penilaian tingkat Polinela. Nantinya, peserta yang lolos juara 1 di tingkat Polinela akan dimajukan ke ajang Mahasiswa Berprestasi Nasional. (*Novri)

 

 

Reporter:

Oky endrawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *