Senin, Polinela Kuliah Offline

Kartu tanda pengenal untuk bisa mengikuti perkuliahan luring (12/03/2021).

Sukma_Polinela; Politeknik Negeri Lampung (Polinela) akan mulai menerapkan kebijakan kegiatan praktikum secara kombinasi dalam jaringan (Daring) dan secara luar jaringan (Luring) pada Senin (01/03/2021), yang dilakukan oleh sebagian mahasiswa  pada minggu ke-3. Kegiatan ini rencananya akan dilakukan oleh Program Studi (Prodi) yang membutuhkan praktikum secara langsung di lapangan.

Mahasiswi yang hendak mengikuti kegiatan ini pun, harus berasal dari domisili Bandarlampung atau telah menetap selama lebih dari 2 minggu di Bandarlampung. Selain itu, mahasiswa pun harus memenuhi beberapa persyaratan, misal membawa surat keterangan sehat, surat izin orang tua, dan sebagainya. Mahasiswa yang akan melakukan kegiatan praktikum luring juga akan dilakukan pemeriksaan kembali sesuai Prosedur Kesehatan Covid-19 oleh Polinela. Ketika kegiatan berlangsung mahasiswa pun diharuskan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan sesuai kebijakan kampus yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan membawa handsanitizer. Mahasiswa yang diperbolehkan masuk pun hanya mahasiswa yang memiliki  tanda pengenal khusus yang disiapkan.

Kegiatan ini pun akan dilakukan secara terbatas dalam jumlah kecil, demi meminimalisir  penyebaran virus corona. Hal tersebut berlaku sama kepada dosen, apabila merasa kurang sehat, diharapkan untuk tidak datang ke kampus dan wajib melaksanakan isolasi mandiri. Terutama bagi dosen yang sudah berumur lebih tua dengan resiko terpapar Covid-19 akan lebih tinggi.

Beni Hidayat selaku Pembantu Direktur (Pudir) III mengatakan “Untuk kegiatan praktikum luring ini akan diupayakan seefektif mungkin dan telah menugaskan Timdis (Tim Kedisiplinan) dari masing-masing prodi untuk memantau pelaksanaannya.”

“Sebenarnya sejak dari awal pandemi kita menginginkan adanya praktikum luring secara terbatas tapi terkendala dengan adanya larangan dari gugus tugas Covid-19  pusat dan daerah. Artinya saya sangat mendukung kegiatan praktikum luring ini dalam rangka pencapaian kompetensi mahasiswa” ujar Beni Hidayat saat diwawancarai melalui whatsapp.

Kegiatan praktikum luring ini merupakan bagian dari proses belajar mengajar sehingga wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa Polinela, guna memenuhi pencapaian kegiatan pembelajaran yang dimana Pendidikan Vokasi menerapkan 70% praktikum dan 30% teori dalam pembelajarannya.

“Saya berharap musibah pandemi ini segera cepat berlalu sehingga praktikum luring bisa diselenggarakan kembali secara penuh” harap Beni Hidayat saat di wawancarai melalui whatsapp.

Di lain sisi, kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan mahasiswa Polinela.  Peti Alisya mahasiswi Budidaya Perikanan Tangkap, menjelaskan terdapat beberapa mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam ekonomi dan mendapat persetujuan dari orang tua untuk ikut serta.

Ia juga khawatir kesulitan dalam menjalankan kegiatan tersebut, karna sebelumnya belum pernah mengikuti kegiatan praktikum luring.

Menurut friko Pradana selaku mahasiswa Program Studi Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan (PMIP) mengatakan “Kegiatan praktikum luring dinilai  tidak efektif karena melihat situasi pandemi Covid-19 saat ini, ditakutkan bahwa akan ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Ada pula orang tua mahasiswa yang sangat mendukung dengan adanya penerapan kegiatan praktikum luring.

“Kita ini vokasi yang lebih banyak melakukan praktikum, soal Surat Keterangan Sehat dan perizinan dari orang tua tidak menjadi permasalahan, itu kan demi keselamatan anaknya juga saat menjalankan praktikum offline/luring, dimana sekarang wabah Covid-19 sedang parah-parahnya. Tetapi, harus tetap berhati-hati dan menjalankan protokol kesehatan.” kata Linda Umiati selaku orang tua dari salah satu mahasiswa saat diwawancarai melalui media whatsapp.

Hal itu, banyak mahasiswa memiliki harapan yang tinggi terhadap kegiatan praktikum luring ini. Sebab pada saat situasi yang seperti ini akan serba salah jika tidak melakukan praktikum luring, karena banyak prodi yang dalam praktikumnya  membutuhkan praktikum langsung di lapangan.

“Semoga kegiatannya berjalan dengan efektif supaya kita sebagai mahasiswa juga lebih cepat paham jika melakukan praktikum luring. Dan pandemi Covid-19 segera berlalu” ujar Peti Alisya selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Budidaya Perikanan.

Dilanjut dengan, Friko Pradana selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan (PMIP) berharap agar kegiatan praktikum luring berjalan dengan lancar dan tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.(*Novrianni)

Reporter: 

Coco Wisnu A.C

Prasastia Romanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *