KBM Polinela Menyepakati Beberapa Poin Tuntutan

Suasana diskusi terbuka di depan GSG Polinela (21/01/2021).

Sukma_Polinela; Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali mengadakan diskusi terbuka guna menjawab keresahan mahasiswa.

Diskusi terbuka ini diadakan di depan Gedung Serba Guna (GSG) Polinela pada Kamis (21/01/2021) sore.

Turut hadir dalam diskusi ini seluruh Gubernur Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), perwakilan dari setiap Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dan beberapa mahasiswa Polinela.

Meski diskusi sempat diwarnai hujan deras namun hal itu tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya. Hingga pada akhirnya diputuskan beberapa poin tuntutan yang nantinya akun diajukan kepada pihak direksi.

Adapun beberapa poin tuntutan tersebut, antara lain:

  1. Pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100% bagi Golongan 3 yaitu mahasiswa tingkat akhir angkatan 2016 (D4) dan 2017 (D3).
  2. Penurunan UKT Golongan 2 bagi mahasiswa yang orang tua atau walinya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan berprofesi sebagai BPU (Bukan Penerimah Upah) seperti pekerja informal.
  3. Penurunan UKT Golongan 1 bagi mahasiswa yang orang tua atau walinya berprofesi sebagai PU (Penerimah Upah) seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai swasta.
  4. Menuntut uang Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) terkait subsidi kuota yang sudah dijanjikan pada bulan April – Mei 2020 kepada seluruh mahasiswa.
Hasil kesepakatan diskusi KBM Polinela.

Aliya Mutiara Yasmin selaku Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Polinela mengatakan bahwa akan dilakukan pertemuan dengan Pembantu Direktur (Pudir) III pada Jum’at (22/01/2021).

“Besok perwakilan dari MPM, BEM, dan beberapa mahasiswa akan mengadakan pertemuan dengan Pudir III guna membahas mengenai audiensi terbuka dengan Direktur,” ujar Aliya.

Dengan adanya hal tersebut, Muhammad Fadil Akbar selaku Presiden Mahasiswa Polinela berharap agar pihak akademik dapat menjawab dan menyetujui tuntutan yang diajukan.

“Semoga apa yang telah menjadi tuntutan bersama untuk menjawab keresahan teman-teman dapat direalisasikan oleh pihak akademik dan juga disetujui poin-poin lain yang menjadi permasalahan kita bersama,” tutup Fadil. (*ItaTy)

 

Reporter :

Dwita Adelia

Ega Inayah Ananda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *