Rencana Penutupan Jalan Tikus, Mahasiswa Resah

Seorang pejalan kaki sedang melintasi jalan tikus (17/07/2020).

Sukma_Polinela;  Akses jalan kecil atau biasa disebut jalan tikus direncanakan akan ditutup, Jalan tikus ini merupakan jalan pintas untuk pejalan kaki dari arah Gang Senen menuju kampus Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Hal ini dibenarkan Yanto (56) selaku mandor bangunan mengatakan akan membangun 2 unit bangunan dan akan menutup akses jalan kecil tersebut.

“Iya rencana dari pihak atas akan membangun 2 unit bangunan baru, dan bangunan itu akan mepet dengan tembok jalan tikus, artinya akan ada penutupan jalan tikus ”, ujar Yanto saat ditemui Crew UKM Pers Sukma.

Mendengar hal tesebut, Dwi Fitrianingsih mahasiswa Polinela Program Studi (Prodi) Produksi Ternak mengatakan kebingungan dan kesedihannya apabila jalan tikus itu akan di tutup.

“Saya mewakili anak yang kos disekitaran jalan tikus merasa sedih dan bingung, karena apabila ditutup nasib kami para pejalan kaki mau lewat mana? ”, ujar Dwi saat dihubungi melalui Whatsapp (17/07/2020).

Dwi menambahkan agar jangan sampai jalan tikus itu ditutup dan lebih baik diperbaiki daripada ditutup untuk pejalan kaki.

“Menurut saya, jalan tikus ini jangan sampai ditutup malah kalo bisa diperbaiki, karena dengan adanya jalan ini sangat menguntungkan serta membantu mahasiwa untuk lebih cepat sampai di kampus, meminimalisir keterlambatan dan bisa menghemat biaya juga”, tambah Dwi

Hal senada juga disampaikan mahasiswa Polinela Prodi Perjalanan Wisata, Riki Kurniawan yang mengatakan harapannya agar akses jalan tikus tidak ditutup.

“Saya sendiri berharap agar tidak ditutup karena banyak yang menggunakan jalan tikus ini terutama pejalan kaki karena tidak semua mahasiswa Polinela punya motor”, ujar Riki.

Riki merasakan kekecewaan apabila jalan tikus itu benar-benar ditutup dan menyarankan agar diperbaiki atau dibuat tempat penjagaan untuk pihak keamanan Polinela.

“Pasti banyak yang kecewa nantinya, apalagi Polinela terkenal disiplin, seperti apel pagi yang mengharuskan mahasiswa datang lebih awal dari biasanya. Alangkah baiknya jangan ditutup, tetapi diperbaiki dengan dibuat pos penjagaan satpam”, tutup Riki. (*ItaTy)

Reporter:

Muhammad Yoga Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *