47 Mahasiswa Polinela Perantauan Terjebak Tidak Bisa Pulang, Kementerian Sosma BEM Polinela Buka Donasi

Doc. BEM

Sukma_Polinela; Menurut data BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) , ada 47 mahasiswa/i perantauan Polinela yang masih terjebak dan tidak bisa pulang selama pademik Covid-19. Hal ini membuat Kementrian Sosma (Sosial Masyarakat) BEM Polinela membuka open donasi untuk mahasiswa/i dengan waktu pengumpulan donasi mulai pada 05-17 Juni 2020.

Hesti Nurul, Staf Ahli Kementrian Sosma mengatakan hal ini adalah suatu bentuk kepedulian kita terhadap mahasiswa/i Polinela yang masih terjebak dan tidak bisa pulang kerumah mereka.

“Kita turut perihatin atas pandemi ini, apalagi terhadap mahasiswa/i Polinela yang masih terjebak dikosan dan tidak bisa pulang kerumah masing-masing.Oleh karena itu, kita membuka donasi untuk membantu dan meringankan beban mereka,” ujar Hesti saat diwawancarai melalui whatsapp.

Hesti menambahkan, total mahasiswa/i Polinela yang terjebak tidak bisa pulang menurut data yang sudah diambil sebanyak 47 orang.

“Sebelum kita membuka donasi ini, kita sudah melakukan pendataan sebelumnya dengan total 47 mahasiswa/i yang masih terjebak selama pandemik ini,” tambah Hesti.

Menanggapi hal tersebut, Yongki Davidson selaku Presiden Mahasiswa Polinela mengatakan ini adalah tindak lanjut kita terhadap tidak adanya tanggapan dari pihak direksi terkait mahasiswa yang tidak bisa pulang.

“Ini adalah tindak lanjut kita karena tidak adanya respon dari pihak direksi, maka dari itu teman-teman dari Kementrian Sosma berinisiatif membuka donasi tersebut,” ujar Yongki.

Dalam hal tersebut, Yongki berharap semua pihak dapat membantu teman-teman mahasiswa/i Polinela yang masih berada di Bandar Lampung.

“Kami berharap teman-teman mahasiswa Polinela baik dari pihak Ormawa, Legislatif, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan bisa membantu menyebarkan open donasi ini serta dapat membantu teman-teman mahasiswa yang sedang kesulitan karena tidak bisa pulang ke kampung halaman,” tutup Yongki. (*ItaTy)

Reporter:

Muhammad Yoga Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *