Sudah Efektifkah Kuliah Daring di Polinela?

Opini by: Faris Ammar Diputra (Menteri Pendidikan BEM Polinela).

Sukma_polinela;  Seperti yang kita ketahui bersama kuliah online atau dalam jaringan (daring) itu sejatinya memang memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Namun, pada keadaan seperti ini terutama untuk mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela), kuliah online/daring justru sangat amat berat dibandingkan kuliah normal/tatap muka. Hal ini dikarenakan beberapa hal yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang menjadi fungsi dari kuliah online/daring itu. Namun, di sisi lain dosen pun mengalami adanya kesulitan dalam pembuatan materi untuk pembelajaran online ini.

Jika melihat dampak positif dari kuliah online/daring itu seperti :

  1. Mahasiswa dapat menerapkan sistem belajar digitalisasi sebagaimana saat ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0.
  2. Mahasiswa lebih sering bersosialisasi dengan keluarga.
  3. Tanya jawab lebih efisien karena beberapa mahasiswa malu untuk bertanya tatap muka.
  4. Melatih mahasiswa untuk bertanggung jawab, kreatif dan mandiri.
  5. Mahasiswa dapat kembali melihat materi atau modul yang diberikan, terlebih kuliah yang diberikan dapat direkam dan bisa didengar ulang.
  6. Dapat melakukan kuliah dimana saja.

Namun yang terjadi justru terdapat banyak keluhan dari mahasiswa yang ternyata kuliah online/daring banyak yang tidak sesuai. Ketidakefektifan kuliah online/daring yang terjadi terhadap mahasiswa berdasarkan keluhan yang kami dapatkan dari beberapa mahasiswa. Kebanyakan mahasiswa mengeluhkan terkait pemberian tugas yang tak tentu (setiap pertemuan selalu tentang tugas). Pemberian materi yang kurang efektif, hanya memberikan materi tanpa menjelaskannya. Selain itu, jaringan internet yang banyak terkendal dapat menghambat akses media yang digunakan (zoom, webinar, dsb). Alih-alih mahasiswa dapat santai karena tidak bepergian atau dapat berkuliah dimana saja, justru mahasiswa hanya menatap layar laptop dan hp saja untuk mengerjakan tugas. Mahasiswa dituntut untuk menjaga imun, namun yang terjadi mahasiswa sering begadang untuk mengerjakan tugas. Pemberian batas tugas atau deadline yang tidak semestinya. Waktu perkuliahan bahkan terkadang melebihi jadwal yang seharusnya.

Semestinya kuliah online/daring yang efektif itu :

  1. Setiap pertemuan tidak selalu dengan tugas/kuis.
  2. Materi yang diberikan dapat di-download, dicantumkan di E-Learning, Google Classroom, WhatsApp group, dsb.
  3. Pemaparan materi yang jelas dan dapat direkam, semisal dengan voice note di WhatsApp atau dapat diberikan dalam bentuk video pemaparan atau presentasi, terlebih terkait mata kuliah praktikum yang harus dengan tutorialnya, bahkan lebih kreatif lagi jika dosen membuat podcast sehingga materi yang disampaikan dapat didengar kapanpun, dimanapun, dan oleh
  4. Penjadwalan waktu kuliah yang sesuai, tidak sering memundurkan atau memajukan jam kuliah secara sepihak.
  5. Pemberian batas waktu/deadline pengumpulan tugas yang sesuai.
  6. Memanfaatkan teknologi untuk kenyamanan berdiskusi baik WhatsApp, E-Learning, zoom, webinar, dsb.
  7. Memberikan kemudahan untuk akses aplikasi tersebut, di sisi lain ada mahasiswa yang terkendala sinyal.
  8. Tidak membatasi waktu untuk diskusi, agar mahasiswa yang kurang mengerti dapat menanyakan kembali.
  9. Harapannya dosen juga memahami keadaan mahasiswanya, dengan memberi pengertian, memaklumi keadaan yang terjadi terkait sinyal dan sebagainya dalam proses belajar ini, jangan selalu dituntut cepat, tapi lebih ke arah membuat mahasiswa menjadi nyaman belajar.
  10. Baik dosen maupun mahasiswa juga harus memahami terkait adanya dampak Covid-19, di samping kita harus mencari ilmu dengan belajar. Kita juga harus memikirkan dampak pemberian tugas atau segala hal yang dapat menurunkan imun, jarang tidur, dan sebagainya yang juga berakibat pada menurunnya kondisi psikologis. Karena kondisi kesehatan dapat mempengaruhi mood, psikologis, hingga kejiawaan seseorang.

Jadi dalam problema ini, terkait kuliah daring. Tentu kita sebagai mahasiswa harus memaknainya dengan baik. Terlebih dalam hal ini memang sudah sepatutnya kita mengikuti perkembangan zaman yang sudah masuk pada era revolusi industri 4.0 dengan mendigitalisasi sebuah peradaban. Namun pada konteksnya, tidak semua mahasiswa mampu memahami dan menguasai adanya kuliah daring, yang mana ada efek kejut dari dampak kuliah daring ini, seperti halnya kita terbiasa dengan tatap muka dengan dosen dan teman di dalam kelas. Namun pada saat yang  urgent ini kita dipaksa untuk kuliah dari rumah masing-masing, semua dijalani memang tidak lain untuk sama-sama saling menjaga kesehatan dalam hal menghadapi covid-19 ini. Semoga Covid-19 ini cepat berlalu dan kita semua dapat beraktifitas seperti biasanya lagi tanpa harus menjaga jarak untuk setiap pertemuan.(*ItaTy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *