Upaya Preventif Terkait COVID-19, Direktur Polinela Keluarkan Surat Edaran Baru

Direktur Polinela, Dr. Ir. Sarono, M.Si / Sumber Foto : Humas Polinela

Sukma_Polinela; Menyikapi merebaknya virus corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Direktur Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengeluarkan surat edaran baru per senin (24/03/2020). Surat edaran dengan nomor 1159/PL15/SE/2020 tentang Upaya Preventif Terkait Covid-19 ini langsung ditandatangani oleh Sarono selaku Direktur Polinela.

 

Dalam surat edaran yang diterbitkan, selain menekankan kewaspadaan dan pencegahan infeksi covid-19. Diumumkan pula perubahan terkait kegiatan perkantoran dan perkuliahan. Terhitung sejak 26 Maret 2020, dosen dan karyawan melakukan pekerjaannya dari rumah, terkecuali untuk pekerjaan yang tidak memungkinkan dilakukan dari rumah, seperti petugas keamanan dan petugas kebersihan.

 

“Pada prinsipnya mengurangi kerumunan masa, jadi kalau hanya satpam dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kan sedikit, maka disiplinnya jadi mudah,” ujar Sarono. Kegiatan perkuliahan tatap muka (kuliah dan praktik) di kampus  yang digantikan dengan metode dalam jaringan (daring) menggunakan E-Learning atau platform digital lainnya diperpanjangan sampai tanggal 12 April 2020.

Menurut Sarono, Sistem perkuliahan online telah siap diterapkan, hal ini dikarenakan Polinela sudah memiliki platform online, yaitu E-Learning sejak 2 tahun lalu. Begitu pula, pelatihan untuk para dosen dalam mengajar secara online, penggunaan platform, dan lain-lainnya telah diberikan.

 

Lanjutnya, terhitung hari ini semua akses masuk Polinela akan ditutup. Koordinasi dengan pihak keamanan kampus terus dilakukan, mengingat merebaknya Covid-19 ini. “Kegiatan perkuliahan daring diperpanjang hingga 12 April 2020 mengikuti surat edaran dari pemerintah dan perlu ditekankan bahwa semua kegiatan praktikum ditiadakan.”Ujarnya.

 

Disamping itu, Direktur Polinela juga memutuskan untuk diberhentikannya Praktik Kerja Lapang (PKL) 2020 sekaligus dinyatakan telah selesai dan dilanjutkan dengan studi terbimbing oleh dosen pembimbing. Penghentian PKL ini menimbulkan kebingungan bagi mahasiswa dalam penyusunan Tugas Akhir (TA). Sarono menanggapi perihal kebingungan mahasiswa PKL tersebut dengan akan mendiskusikannya setelah kondisi kembali normal.

 

Lain nasib, bagi mahasiswa yang belum melaksanakan PKL-nya  pun terpaksa ditunda. Sarono menegaskan bahwa sekarang ini yang paling utama adalah keamanan dan keselamatan.“Terakhir, patuhi semua aturan yang ada dan jangan keluar kalau itu tidak perlu. Ini bukan tugas pemerintah atau tugas negara, tetapi masing-masing menyelamatkan diri dan jangan membuat celaka untuk orang lain,” tegas Direktur Polinela.

 

Menurut pandangan Presiden Mahasiswa Polinela, Yongki Davidson, langkah yang diambil untuk mengadakan kuliah secara online telah tepat, tetapi terdapat ketimpangan, yaitu menumpuknya tugas-tugas dari para dosen. “Saya berharap jangan terlalu memporsir tugas mahasiswa guna mempertahankan stamina,” ujar Yongki. (*ItaTy)

Reporter:

Annisa Dwi Heriyani

Muhammad Yoga Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *