Krisis Air Lahan Pertanian Organik, Mahasiswa: “Beri kami air atau Bunuh saja kami”

Sukma_Polinela; Mahasiswa Program Studi (Prodi) D4 Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura (TPTH) , membentangkan spanduk berukuran kira-kira ukuran 3×2 meter dengan tulisan ” Beri kami air, atau Bunuh saja kami”, yang dipasang di pagar samping Lahan Pertanian Organik dekat Polihidro Farm, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Sabtu, ( 23/11/2019). Spanduk tersebut sebagai bentuk protes dari mahasiswa Prodi D4 TPTH terkait aliran air di Lahan Pertanian Organik yang semakin hari semakin mengecil, bahkan tidak mengalir.

Menurut Reza Prasetiyawan (D4 Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura’17), sudah hampir sebulan terakhir instalasi air di Lahan Pertanian Organik semakin mengecil, bahkan sampai tidak mengalir. ” Sebenarnya awal semester air ini mengalir, namun selama sebulan terakhir mulai terkendala, sprinkle pun debit airnya mengecil, bagaimana mau praktik jika air pun tidak mengalir ” ujar Reza via WhatsApp, Sabtu, (23/11/2019)

Dampak utama yang dirasakan oleh mahasiswa adalah terhambatnya proses praktikum dan tumbuhan organik yang ditanam tidak menghasilkan apa-apa, karena tanaman kekurangan pasokan air, bahkan beberapa tanaman sampai mati. “Jadi budidaya dari awal semester ini sia- sia tidak ada produk yg dihasilkan , secara fisik semua tanaman layu, pertumbuhan tanaman juga terhambat, karna air tidak tersedia sampai minggu ini, kami ingin melakukan perawatan juga tidak ada air,” pernyataan M. Ghazy Irsyad (Teman sekelas Reza), yang disampaikan melalui WhatsApp Reza, Sabtu, (23/11/2019).

Reza mengklaim sudah beberapa kali melakukan protes ke pihak akademik namun tidak ditanggapi, ia pun berharap agar permasalahan ini segera ditangani oleh pihak akademik, agar dapat kembali praktik dengan normal. ” Sudah beberapa kali protes ke pihak akademik namun tidak ditanggapi, harapan bagi kami sebenernya hanya satu , yaitu perbaikan seluruh instalasi air yang ada di lapangan oraganik hortikultura itu sendiri, ” pungkas Reza.

Reporter
Derri Nugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *