Lokakarya Kurikulum, Tingkatkan Kompetensi Program Studi Hortikultura

Seiring dengan perkembangan teknologi yang sudah beralih dari zaman tradisional hingga pada zaman serba digital membuat program studi Hortikultura mengadakan Lokakarya kurikulum yang akan diberlakukan mahasiswa angkatan tahun 2019. Lokakarya kurikulum merupakan suatu kegiatan merancang mata kuliah, capaian pembelajaran, visi misi sebuah program studi yang akan digunakan untuk meningkatkan kompetensi serta tujuan bagi program studi. Bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum yang sudah ada dan menyesuaikan kurikulum yang sesuai bagi bagi dunia industri serta berdasarkan standar dari pendidikan tinggi. Lokakarya tersebut diadakan pada tanggal 24 Agustus 2019, di Ruang Sidang A Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Kegiatan lokakarya yang juga diadakan oleh seluruh program studi di Polinela minimal 2 tahun sekali. Adapun proses yang harus dilakukan setelah merumuskan capaian pembelajaran, kompetensi, hingga mata kuliah yang akan ditempuh oleh mahasiswa dibahas pada tingkat program studi untuk perbaikan atau revisi dan evaluasi atas kurikulum yang sebelumnya. Kemudian rumusan tersebut divalidasi selama 1 sampai 2 minggu, setelahnya baru akan digunakan.

Mengundang peserta dari beberapa stakeholder diantaranya dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Great Giant Fruit (GGF), dan PT. East West Indonesia, serta Alumni sebanyak 10 orang yang sudah bekerja dari berbagai instansi. Dengan mengundang pihak-pihak tersebut guna menyampaikan pengalaman, membantu dalam perumusan kompetensi apa saja yang dibutuhkan pada kurikulum. Tidak hanya dari pihak stakeholder dan alumni, terdapat dosen program studi Hortikultura dan mahasiswa yang membantu kegiatan tersebut.

“Emang nanti harapannya ada smart farming, urban farming, e-commerce. Nah itu perubahan-perubahan yang akan dibuat untuk angkatan selanjutnya” Ujar Desi Maulida, S.P., M.Si. selaku ketua program studi Hortikultura saat ditanya mengenai perubahan yang diinginkan setelah Lokakarya tersebut.

Setelah dibahasnya kurikulum diperlukan adanya peningkatan atau pembaruan pada kurikulum terutama pada bidang teknologi. Nantinya akan lebih banyak mata kuliah atau jam praktikum berbasis Teknologi sesuai dengan perkembangan industri 4.0.
Menyikapi dengan perkembangan tersebut, Didi Efendi dari PT East West Indonesia mengatakan “Yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya menjadikan generasi-generasi baru di kampus Polinela generasi yang serba siap dari sumber daya manusia nya, loyalitas dirinya, keilmuannya, dan proses komunikasi nya.” (*Yulia)

Reporter :
Muhammad khoirudin
Bagus Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *