Tambah Wawasan, Mahasiswa Perikanan Kunjungi Perusahaan Tambak Udang

Program Studi (Prodi) D3 Perikanan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan kunjungan lapang (Field Trip) Ke PT. Poseidon Biru Aquakultura (PBA) di Dusun Muing Desa, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa, (30/04/2019).

Kunjungan Lapangan ini dilakukan sebagai aplikasi teori dan praktek yang didapatkan di Kampus dan sebagai bahan perbandingan bagi mahasiswa bagaimana budidaya di kampus dengan budidaya langsung di Lapangan (Tambak Udang).

PBA merupakan perusahaan tambak udang yang memiliki luas wilayah sekitar 4 hektare dengan 14 petak tambak yang mulai beroperasi sejak tahun 2016. Acara ini diisi dengan kunjungan langsung Ke tambak budidaya, dimana mahasiswa belajar tentang teknis budidaya Udang. Lalu dilanjutkan dengan diskusi terkait Budidaya udang dan masalah yang dihadapi dalam proses budidaya udang.

Turut hadir beberapa praktisi dari dunia perikanan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Praktisi Aquakultur (FKPA) yang menjadi pemateri dalam diskusi tersebut, yaitu Hanung Hernadi, General Manager PT. Poseidon Biru Aquakultura, Bambang, dari perusahaan penyedia Benur Udang, PT. Prima Larva, Yusuf Maryanto dari perusahaan obat-obatan, PT. Behn Meyer, dan Darusani dari perusahaan pakan ,PT. New Hope Indonesia.

Beberapa praktisi yang hadir menekankan bahwa prospek untuk dunia perikanan masih sangat luas, terutama udang masih sangat terbuka lebar, oleh karena itu diperlukan regenerasi Sumber Daya Manusia pelaku budidaya untuk mengembangkan dunia perikanan. ” Prospek Perikanan ini sangat luas, terutama tambak udang, profit nya sangat tinggi, oleh karena itu regenerasi sangat diperlukan, dan saya harap kalian dapat memenuhi itu” Ujar Bambang, Dari PT. Prima Larva. “Indonesia itu tidak kekurangan lapangan kerja, namun kekurangan SDM yang berkompeten di bidang nya” ujar, Yusuf Maryanto, Dari PT. Behn Meyer.

Dibahas juga beberapa masalah yang dihadapi dalam budidaya udang yakni masalah penyakit. menurut Heri, Teknisi PBA, Penyakit akibat Virus IMNV (Infectious Myonecrosis Virus) atau yang biasa dikenal Virus Myo adalah penyakit yang paling banyak Menyerang. Satu-satu nya yg harus dilakukan adalah tindakan pencegahan, yaitu bagaimana menjaga lingkungan budidaya agar tetap pada kondisi yang optimal. “Kalau masalah disini (PBA) paling banyak penyakit Myo, dan kita hanya bisa melakukan tindakan pencegahan, karena ketika sudah terinfeksi tidak bisa diobati” ujar Heri.

Eulis Marlina, salah satu dosen yang ikut mendampingi dalam kunjungan tersebut berharap, dengan diadakannya kunjungan tersebut semakin menumbuhkan rasa percaya diri dari mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah atau menyempurnakan ilmu yang telah didapat selama perkuliahan dengan praktik di lapangan, serta dapat membuka mata dari mahasiswa bahwa dunia perikanan tidak hanya dimiliki oleh orang-orang yang bermodal besar.

“Harapan saya dengan diadakannya kunjungan ini, yaitu dapat menambah rasa percaya diri, Ilmu yang diterima di perkuliahan dapat ditambahkan atau di sempurnakan, dan menambah wawasan bahwa dunia perikanan tidak hanya dimiliki oleh orang-orang bermodal besar, namun juga diharapkan mahasiswa kita dapat ikut terjun langsung didalam dunia perikanan atau bisnis budidaya udang” Pungkas Eulis.

Hal ini pun dirasakan oleh Achmad Aulia, sebagai salah satu mahasiswa yang ikut dalam kunjungan tersebut. Aulia merasa mendapat pengetahuan dan wawasan baru , serta pengalaman dari teknisi tambak yang ada di PBA. “Yaa, hari ini kita dapat pengetahuan yang banyak dari teknisi-teknisi senior, dan juga pengalaman yang di ceritakan”, ujar Aulia. “Dan saya berharap kedepannya lebih banyak teknisi-teknisi tambak yang dilahirkan dari Politeknik Negeri Lampung” pungkas Aulia.

Field trip ini diikuti oleh 63 mahasiswa Program Studi D3 Budidaya Perikanan semester 4, dan 8 dosen serta 4 PLP.

Reporter : Derri Nugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *