Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Berbenah

Reporter : Refka Gita Fernanda, Erwan Saputra, Febriani

Sukma_Polinela; Tidak ada kata terlambat untuk berbenah, itulah kalimat yang pantas dilontarkan untuk saat ini di Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Pertengahan November 2018, Polinela mulai memperbaiki fasilitasnya, dimana beberapa organ vital yang memang sudah lama tak kunjung diperhatikan mulai dibenahi. Perlahan namun pasti Polinela mulai menciptakan sebuah kampus yang tidak hanya sekedar baik dalam sisi akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman dan tentunya mendukung kegiatan belajar mengajar para mahasiswa, dosen, teknisi, serta karyawan di dalamnya. Berbagai perubahan telah dilakukan dengan mempertahankan konsep-konsep dasar pembangunan kampus ini.

Berbekal dana yang berasal dari Daftar Isian Proyek Anggaran (DIPA) Polinela yang digunakan untuk pengembangan infrastruktur. Pembangunan dimulai dari perbaikan jalan yang memang sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat Polinela. “Jadi kan jalan seperti itu harus diusulkan dan harus melewati Rapat Anggaran di Jakarta. Perjuangannya cukup panjang. Sebenarnya komitmennya sudah dari dulu pasti ada, hanya yang diprioritaskan apa dulu, mana yang diutamakan mana yang tidak, kan seperti itu. Jadi ya alhamdullilah tahun ini bisa dilaksanakan. “ ujar Dr. Ir. Sarono, M.Si., selaku Direktur Polinela saat ditanyai mengenai perbaikan jalan di Polinela.

Wajar saja beberapa ruas jalan utama, di sekitar Gedung Serba Guna (GSG) dan jalan utama menuju lahan praktik mahasiswa sudah bertahuntahun mengalami kerusakan, banyak dari kalangan mahasiswa dan dosen mengeluhkan rusaknya jalan tersebut. Bahkan dapat memicu kemalasan dari mahasiswa dan dosen untuk menuju lahan praktik. “Pertimbangannya sudah sangat urgent karena jalan yang ada sudah sangat rusak. Terdapat data yang menimbulkan kemalasan mahasiswa dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) untuk praktik kuliah ke lahan belakang, serta memungkinkan menyebabkan kecelakaan kerja, dsb. Nah pertimbangan-pertimbangan seperti itu setelah kita sampaikan alhamdullilah menjadi perbaikan. Tapi ya harus kita jaga. Masih banyak yang harus kita perbaiki.”, tambah Sarono.

Realitad Hia mahasiswa Program Studi (Prodi) Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan (PMIP) semester 7, mengaku sangat kesulitan saat jalan tersebut belum diperbaiki, karena sangat membahayakan dan dapat memicu kecelakaan. “Kalau kami sih khususnya PMIP yang merasa sering praktik di belakang itu, sebelumnya selama belum diperbaiki jalan itu, ya rasanya sih sangat terganggu, dan sering bertanya-tanya kok bisa jalan ini tidak pernah diberi perhatian oleh pemimpin kampus. Padahal sebenarnya jalan ini jalan utama untuk yang praktik ke lahan, itu sangat mengganggu apalagi khususnya wanita yang membawa motor, ini dapat menyebabkan kecelakaan. ” ujar Realitad. Tidak hanya itu saja, lampu-lampu jalan di Polinela sudah mulai diperbaiki untuk menambah rasa nyaman dan aman masyarakat Polinela khususnya di malam hari. Beberapa fasilitas di dalam ruang kuliah, seperti AC, LCD, plafon, penambahan lift di Gedung Ki Hajar Dewantara (KHD), serta fasilitas di luar ruangan seperti lapangan, papan iklan elektronik, dan bangku hijau juga mulai dibenahi. Tentunya hal ini sangat disambut dengan baik oleh masyarakat Polinela.

Selain memudahkan pelaksanaan kuliah, beberapa fasilitas sangat membantu kenyamanan didalam proses belajar termasuk akses jalan yang mudah. “Nah kalau setelah diperbaiki, kami merasa senang, jadi kalau ke lahan sekarang tidak becek, kemudian kurangnya rawan kecelakaan, jadi semangat dong mahasiswanya untuk praktik ke belakang itu” ujar Realitad Hia. Tidak hanya Realitad, Presiden Mahasiswa Muharomy Yogie ikut bersyukur atas perbaikan yang dilakukan oleh Polinela karena memang sudah lama tak kunjung diperbaiki bahkan hingga akhir jabatannya sudah 2 kali menyampaikan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur melalui Pekan Aspirasi Mahasiswa dan akhirnya dapat direalisasikan pada akhir tahun ini. “Kita kan ada pekan aspirasi mahasiwa yang dilaksanakan di pertengahan bulan Mei, itu merupakan Pekan Aspirasi Mahasiswa pertama mengenai UKT dan infrastruktur seperti jalan, bangunan-bangunan, AC, serta peralatan sarana dan prasarana yang belum terpenuhi. Tanggapan dari mereka itu memang masih tahap penganggaran, kemudian nantinya akan direalisasikan di akhir tahun dan alhamdullilah di akhir tahun ini kita fokuskan lagi ke infrastruktur.” ujar Yogi. Presiden mahasiswa berpesan agar masyarakat Polinela dapat menjaga fasilitas yang telah disediakan karena untuk melakukan perbaikan seperti ini butuh proses yang cukup panjang, agar fasilitas tersebut dapat di gunakan dalam jangka waktu yang lama.

“Pesan saya adalah agar seluruh masyarakat Polinela senantiasa menjaga fasilitas tersebut. Supaya fasilitas tersebut bisa berguna dalam jangka waktu panjang dan istilahnya bisa bermanfaat untuk generasi selanjutnya. Jaga dan gunakan sebaik-baiknya, jangan merusak karena memperjuangkannya sangatlah susah.“ tambah Yogi. Tidak ketinggalan Direktur Polinela menyampaikan harapannya di akhir wawancara, agar masyarakat Polinela senantiasa menjaga dan memelihara semua fasilitas yang sudah diperbaiki. “Jadi infrastuktur yang kita bangun kita pelihara bersama ya. Disana-sini pasti ada kekurangan. Tapi harapan kita bersama dipelihara secara baik. Karena Polinela ini sering saya katakan adalah titipan anak cucu kita mudah-mudahan kita bisa menjaga secara baik. Alat-alat listrik juga dijaga. Kita harus sensitif dan peduli terhadap kampus kita seperti AC, lampu, LCD, dan lain sebagainya.“ Pesan Sarono kepada seluruh masyarakat Polinela.(*Stephani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *