Punya Mimpi? Bagi Disini!!

Reporter : Derri Nugraha

Sukma_Polinela; Bonjour!” ada yang tahu arti bahasa tersebut? Atau mungkin belum pernah mendengar sama sekali? Ya, memang kedengaran sangat asing di telinga kita. “Bonjour” merupakan ucapan selamat pagi di dalam Bahasa Perancis. Mungkin sudah sangat jarang kita temui sekolah menengah atas yang masih mengajarkan Bahasa Perancis disekolahnya, namun siapa sangka menurut statistik Bahasa Perancis merupakan bahasa terbesar kedua yang di pakai dunia, setelah Bahasa Inggris. Untuk wilayah Bandar Lampung sendiri baru Universitas Lampung (Unila) yang membuka program sarjana untuk pendidikan Bahasa Perancis pada 2014 lalu. Namun belum lama ini beberapa mahasiswa dari pendidikan Bahasa Perancis Unila dan di dalamnya terlibat pula salah satu Co-founder dari Rumah Inggris Hadid Hafidz, founder Rumah Perancis Gusti, serta Ciptaning Weargo Jati, salah satu dosen perikanan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang pernah menimba ilmu mengambil gelar master di prancis, mendirikan suatu komunitas yang bernama Ekspedisi Mimpi pada tanggal 1 mei 2018.

Ekspedisi Mimpi merupakan komunitas untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, bisa dari bidang apa saja. Namun untuk saat ini, masih terfokus kepada pembelajaran tentang Bahasa Perancis dan Inggris. Seperti yang kita ketahui bahasa merupakan media untuk berkomunikasi, dimana pun kita berada pasti memerlukan bahasa. “Seperti yang kita ketahui sendiri, Language is the border of knowlegde, yang berarti bahasa adalah batas dari pengetahuan, jadi memang sangat penting sekali untuk memiliki kemampuan bahasa, karena dari memiliki kemampuan bahasa nilai jual dari masingmasing orang akan bertambah, entah itu untuk sekolah lanjut, entah untuk bekerja, atau bahkan sekedar menambah kepercayaan diri diantara temanteman yang lain dan setiap orang pasti punya mimpi, bahkan pemulung punya mimpi, dan salah satu cara untuk meraihnya adalah dengan belajar bahasa, karna untuk melihat sesuatu yang hebat kita harus keluar dari zona nyaman, tidak hanya keluar Lampung, mungkin keluar negeri,” kata Ciptaning Weargo Jati.

Ide awal penamaan “ Ekspedisi Mimpi” sendiri dicetuskan oleh Nani Rohyani, mahasiswa pendidikan Bahasa Perancis Unila tahun 2014. “Saya kan awalnya liat di medsos tuh, ada namanya jasa pengiriman mimpi, terus saya kepikiran kita punya komunitas yang baru di bangun, kita punya mimpi yang ingin kita gapai, dan bagus nih kan kita punya ruang untuk menyalurkan mimpi gitu dan jasa pengiriman itu kan ekspedisi, dan sebenernya kan ekspedisi itu berarti juga perjalanan, jadi semua rintangan itu harus dilaluin biar bisa kecapai mimpi itu, jadilah Ekspedisi mimpi,” jelas Nani.

Komunitas ini terbentuk dari semangat dan rasa untuk saling berbagi sesama, terutama dalam hal ilmu pengetahuan, yang tumbuh dari beberapa orang dengan visi yang sama yaitu meraih mimpi. “Ya, ekspedisi mimpi sendiri awalnya karena emang semangat untuk saling berbagi ke sesama, terutama ke mahasiswa dan anak-anak muda Lampung, yang punya mimpi besar, yang punya mimpi luar biasa, untuk tetap semangat meraih mimpinya,” jawab antusias Hadid Hafidz, Co-founder Rumah Inggris ketika di tanya tujuan ekpedisi mimpi didirikan.

“ Makanya buat lo anak muda Lampung, yang punya mimpi besar dan bingung harus ngapain, di sinilah tempat lo nyalurin mimpi lo, dan di sini semua gotong royong, ya kita belajarnya gratis, jadi saling bantu , saling support,” pungkas Hadid.

Tidak melulu tentang belajar bahasa, Ekspedisi mimpi juga sering mengadakan kegiatan sosial, seperti bagi-bagi takjil ketika Bulan Ramadhan, dan Edukasi alam tentang hutan mangrove dan keramba jaring apung di Polinela Paradise Site.

Septyana Sari mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester 8, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan di Ekspedisi Mimpi. “Dari namanya aja Ekspedisi Mimpi gitu kan, ternyata ada wadah untuk orang-orang yang punya mimpi, mungkin ada beberapa yang mimpinya sama jadi bisa saling sharing, berkolaborasi, saling support untuk bisa meraih mimpinya, pokoknya keren deh, keren banget untuk komunitas ini,” kata Septyana.

“Dan bener sih kalau kita bermimpi, tanpa gak ada aksi pun percuma, jadi kalau lo punya mimpi ya lo bangun, dan lo butuh partner, ya disinilah tempatnya,” tambahnya.

Untuk anggota saat ini tercatat sekitar 70 lebih anggota, dari berbagai perguruan tinggi di Lampung, seperti Polinela, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Unversitas Lampung, Universitas Malahayati, Politeknik Kesehatan Tanjung Karang. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa, komunitas ini juga diikuti oleh berbagai kalangan seperti guru, siswa SMA dan dari kalangan profesional. Untuk yang ingin bergabung biasanya komunitas ini melakukan kegiatan belajar di pelataran Gedung Serba Guna Unila dan Laboratorium Perikanan Polinela, pada hari kamis sekitar pukul 15.00 WIB, tempat bisa berubah sewaktu-waktu.(*Evi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *